Langsung ke konten utama

Ini Potensi Ancaman dari Erupsi Gunung Semeru

 

Ini Potensi Ancaman dari Erupsi Gunung Semeru

Agen Poker Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM Eko Budi Lelono, menjelaskan potensi ancaman dari erupsi Gunung Semeru. Ancaman itu berupa lontaran batu pijar di sekitar puncak dan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh.

"Dari sisi potensi ancamannya, potensi bahaya ancaman erupsi gunung semeru berupa lontaran batu pijar disekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin,"Katanya lewat jumpa pers virtual, Sabtu (4/12).

Dia melanjutkan, potensi ancaman bahaya lainnya berupa awan panas guguran. Kemudian, guguran batuan dari kubah atau ujung lidah lava ke sektor Tetangga dan Selatan dari puncak.

"Jika terjadi hujan dapat terjadi lahar di aliran sungai yang berhulu di daerah puncak,"jelasnya.

Eko menyimpulkan, potensi ancaman bahaya tingkat aktivitas gunung semeru masih ditetapkan di level dua atau waspada.

Dia meminta masyarakat, pengunjung atau wisata tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah atau puncak gunung semeru, dan jarak 5 kilometer arah bukaan bawah di sektor Selatan dan Tenggara.

"Serta mewaspadai awan panas gunung. guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak,"ucapnya 

"Radius dan jarak rekomendasi ini akan di evakuasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala ancaman perubahan bahaya,"tutup Eko. Agen Domino

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG Edison Kurniawan menjelaskan dampak penerbangan imbas erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur. Sejuah ini, belum ada abu vilkanik yang masuk ke Wilayah Bandara Yogyakarta International Airport.

Üntuk bandara Yogyakarta International Airport berdasarkan hasil pantauan di lapangan saat ini belum terlihat dari adanya abu vulksnik yang masuk ke Wilayah tersebut,"Katanya dalam jumpa pers virtual, Sabtu (4/12).

Selain itu, kondisi itu Bandara Adi Soemarno masih normal. BMKG terus memantau perkembangan aktivitas di sekitar Gunung Semeru.

"Demikian pula di Bandara Adi Soemarno dan juga di Malang, sampai saat ini kami terus memantau perkembangan aktivitas gunung semeru tersebut," ucapnya.

BMKG juga terus berkoordinasi dengan Airnav Indonesia untuk mengetahui dampak bahaya penerbangan dari meletusnya Gunung Semeru. Aktivitas penerbangan akan terus diperhatikan.

"Terutama juga berkoordinasi dengan pihak Airnav untuk mengetahui potensi yang terjadi dari aktivitas tersebut, tentunya kami akan terus memantau yang sangat mempengaruhi bagi aktivitas penerbangan," pungkasnya.


Komentar

Pusat Berita