Agen Poker Jumat (24/12), Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan permohonan maaf atas pelaksanaan malam Misa Natal di Gereja Katedetral di Makassar dijaga ekstra ketat oleh sejumlah anggota TNI dan juga Polri. Pengamanan ketat itu dilakukan tak terlepas dari sejarah Gereja Katedral Makassar dimana yang pernah menjadi sasaran bom bunuh diri saat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Andi mengatakan, Pengalaman Natal dan Tahun Baru di Gereja Katedral kali ini lebih ekstra. Hal tersebut dilakukan guna memberikan rasa aman dan khidmat bagi jemaat Gereja Katedral Makassar melaksanakan ibadah. Beliau juga menegaskan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru tidak diciderai aksi-aksi teror yang bisa menganggu ketentraman dan keamanan warga. Andi masih teringat dengan kejadian bom bunuh diri di depan Gereja Kedetral Makassar pada 28 Maret 2021 yang lalu. Agen Domino
Andi juga mengapresiasikan panitia Gereja Katedral Makassar yang benar-benar ketak melaksanakan protokol kesehatan. Dia mengaku pelaksanaan Natal bisa dilakukan di gereja dengan syarat 50 persen keterisian. Sesuai dengan instruksi Mendagri, kita masih dalam pandemi. jadi saya mengucapkan terima kasih banyak bahwasannya sudah mendukung kami dalam hal memjaga keamanan dalam rangka menjelang hari Natal dan Tahun Baru.
Sekedar Informasi Gereja Katedral Makassar merupakan gereja tertua di Kota Makassar. Gereja Ketedral pernah menjadi sasaran bom bunuh diri yang dilakukan oleh pasangan suami istri berinisial L dan YSF pada 28 Maret 2021 yang lalu, kedua bomber Gereja Katedral tersebut merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Tim Derasemen khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap 99 terduga teroris setelah bom bunuh diri tersebut.
Komentar
Posting Komentar