Agen Poker Jakarta, Jumat (24/12) Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta Polri untuk dengan serius memberantas hingga tuntas jaringan mafia tanah, dikarenakan ulah dari sekelompok mafia tsanah ini sangat meresahkan dan merugikan masyarakat banyak. Jaringan Mafia Tanah harus dibasmi hingga tuntas dan polisi perlu bekerja dengan lebih maksimal lagi, Karena kasus mafia ini nyata keberadaannya sangat meresahkan masyarakat karena tidak sedikit laporan yang masuk dari masyarakat.
Beliau mengatakan, berdasarkan data Ombudsman RI terdapat sekitar 2.000 Kasus mafia tanah per tahun di Indonesia. Kondisi itu sangat memprihatinkan sehingga polisi wajib mengusut dan menjaring para mafia tanah ini hingga tuntas, dan pengungkapan jaringan mafia tanah hingga tuntas itu tidak hanya di Jakarta saja, namun juga di berbagai daerah lainnya. Agen Domino
Sahroni kembali mengatakan, Bahwasannya mafia tanah yang merajarela telah membuat masyarakat sangat dirugikan. Dia yakin para mafia ini punya jaringan yang luas, dan tidak hanya para pelaku sipil. Kita juga tahu setiap ada kasus mafia tanah yang terlibat tidaklah hanya pelaku, namun juga petugas pertanahan hingga notaris. Karenanya, saya meminta Bareskim Polri agar mengusut tuntas semuanya, dan tangkap seluruh jaringannya.
Jakarta, Rabu (22/12) Penyidik telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka, Kesepuluh orang yang dijadikan tersangka tersebut adalah delapan orang pegawai BPN, satu orang pensiunan pegawai BPN, dan satu orang kalangan sipil. Adapun ke sepuluh orang yang dimaksud, yakni Yuniarto, Eko Budi Setiawan, Marpungah, Tri Pambudi Harta, Siti Lestari, Taryati, Kanti Wilujeng, dan Warsono yang merupakan Pegawai BPN. Lalu, satu orang pensiunan Pegawai BPN bernama Marwan, dan satu warga sipil, Maman Suherman.
Komentar
Posting Komentar