Langsung ke konten utama

Banjir Akibatkan Petani Tambak Tradisional di Lhokseumawe Gagal Panen Puluhan Ton

Banjir Akibatkan Petani Tambak Tradisional di Lhokseumawe Gagal Panen Puluhan Ton

Agen Poker Pada Kamis (6/1) , Bencana alam banjir yang melanda pesisir utara dan timur Aceh sejak pekan lalu dan mengakibatkan petani budidaya perikanan di Kota Lhokseumawe rugi besar, dan kerugian diperkirakan Puluhan Ton dari tambak udang vaname, ikan bandeng dan juga ikan nila yang berada di kawasan Blang Mangat. Budidaya udang disana dikelola oleh Kelompok Tani (Koptan) Jak U Neuheun, yang terletak di kemukiman Meuraksa, dan terdiri dari Gapong Teungoh dan Gampong Yunong.

Dengan luas Tambak sekitar 70 Hektar kondisinya saat ini masih babak belur dihantam banjir, kata ketua kontak Tani Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe. Dan Azhar juga menyebutkan bahwasannya banjir membuyarkan harapan para petani karena peternakan budidaya yang tinggal panen itu, harus habis terbawa oleh arus banjir. Padahal modal petani ini juga sudah sebagian yang hutang dengan pihak ketiga. Agen Domino

Tambang di Blang Mangat merupakan sentra Utama penghasil perikanan budidaya secara tradisional di Kota Lhoksumawe. Untuk tambak udang, sekali panen mampu menghasilkan 5 ton sampai 10 ton udang vaname, atau kisaran 300 Kilogram per hektar tambak. Sedangkan untuk nila maupun bandeng bisa menghasilkan 2 sampai 3 ton sekali panen. Namun setelah terimbas banjir, paling hanya tersisa ratusan kilo saja. Padahal para petani tambak yang berjumlah sekitar 40 orang itu kebanyakan modalnya adalah hutang. 

Minimal hutang untuk modal membeli bibit, obat-obatan, dan perbaikan tambak bisa terbantu dari asuransi dan sekarang kami bingung bagaimana caranya untuk mengembalikan pinjaman modal.

Komentar

Pusat Berita