Langsung ke konten utama

300 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal akibat Gempa di Pasaman Barat

300 Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal akibat Gempa di Pasaman Barat

 Agen Poker Sabtu (26/02/2022) Sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal akibat gempa magnitudo 6,2 yang melanda pada Jumat (25/2) pagi. Korban tinggal di Jorong Simpang Abu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Angka itu terungkap saat Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansarullah meninjau sejumlah lokasi yang terdampak gempa di Pasbar. Lokasi pertama, Mahyeldi melihat kondisi warga di halaman Kantor Bupati Pasbar, yang merupakan pengungsi dari Jorong tersebut. Sedikitnya, ada 300 KK harus kehilangan tempat tinggal. Rumah warga rata dengan tanah dan menelan dua korban jiwa.

“Rumah kami ndak ada lagi pak, rata dengan tanah semuanya. Tolong lah pak, jemput keluarga kami di sana. Gempanya ndak henti-henti, setiap menit ada pak,” kata salah seorang korban gempa, Saparudin. Selanjutnya, Mahyeldi melihat kondisi di Rumah Sakit (RS) Yarsi Pasbar. Agen Domino Di sana terdapat 26 korban gempa yang mengalami luka ringan hingga berat. Usai dari RS Yarsi, Mahyeldi beranjak ke Nagari Kajai, daerah ini dilaporkan mendapatkan dampak terparah dari gempa tersebut. Di sana, masih terdapat proses evakuasi masyarakat oleh para petugas dan relawan.

Sementara itu secara keseluruhan, korban yang dirawat di Pasbar mencapai 67 orang yang tersebar pada 26 orang di RS Yarsi Pasbar, 15 orang di RSUD Pasbar, 18 orang di Puskesmas Talu, dan 8 orang di Lapangan MTQ Padang Tujuh. Ditambah, informasi yang didapat dari Camat Malampah, terdapat 4 korban jiwa, dan 1 ribu orang berada di pengungsian. Dijadwalkan, Sabtu (26/2) Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini akan bertolak ke Padang dan selanjutnya berkunjung ke lokasi bencana gempa di Pasaman Barat.




Komentar

Pusat Berita