Langsung ke konten utama

Begini Skema Perjalanan Mudik bagi Warga Belum Vaksinasi Booster

 

Begini Skema Perjalanan Mudik bagi Warga Belum Vaksinasi Booster

Agen Poker Kamis (31/03/2022) Pemerintah telah mengizinkan perjalanan mudik pada lebaran 2022 dengan syarat telah menerima vaksinasi booster. Tes antigen dan PCR pun tetap diberlakukan bagi masyarakat yang belum melakukan vaksinasi booster. "Satgas sudah membuat konsep untuk segera dikeluarkan surat edaran intinya untuk mengatur pelaku perjalanan dalam negeri dalam hal ini mudik," kata Kepala Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Letjen TNI Suharyanto dikutip melalui akun Youtube BNPB, Kamis (31/3).

Berikut ketentuan yang disiapkan oleh Satgas bagi pelaku perjalanan dalam negeri atau mudik; 

* Pelaku perjalanan mudik tidak wajib tes antigen dan PCR jika telah menerima vaksin booster.

* Pelaku perjalanan mudik wajib tes antigen hasil non reaktif dengan masa berlaku 1 x 24 jam, atau tes PCR dengan masa berlaku 3 x 24 jam, jika baru menerima vaksin dosis kedua.

* Pelaku perjalanan mudik wajib tes PCR dengan hasil negatif Covid-19 dengan masa berlaku 3 x 24 jam, jika baru menerima vaksin dosis pertama. Agen Domino

Satgas juga menyiapkan skema jika pelaku perjalanan luar negeri adalah anak-anak berusia di bawah 6 tahun, atau memiliki kondisi khusus sehingga tidak dapat menerima vaksin booster. Jika pelaku perjalanan mudik memiliki kondisi khusus wajib melakukan tes PCR dengan hasil negatif Covid-19 dan masa berlaku 3 x 24 jam. Pelaku perjalanan juga wajib melampirkan surat keterangan dari dokter umum atau dokter dari rumah sakit pemerintah setempat. "Anak di bawah usia 6 tahun tidak testing, namun didampingi pendamping perjalanan yang telah memenuhi syarat perjalanan, artinta sudah vaksin dosis ketiga," kata dia. Bagi anak usia 6 -17 tahun tidak perlu testing, namun harus menunjukkan vaksinasi dosis kedua. "Intinya bahwa Satgas bukan untuk membatasi para pemudik tapi mudah-mudahan mudik yang dilaksanakan bisa berjalan dengan tetap aman lancar dan tidak terjadi penularan yang signifikan," tandasnya.

Komentar

Pusat Berita