Langsung ke konten utama

Jenazah Sweetha dan Anaknya Dimakamkan Satu Liang Lahat

 

Jenazah Sweetha dan Anaknya Dimakamkan Satu Liang Lahat

Agen Poker Jumat (25/03/2022) Jenazah Sweetha Kusuma Gatra Subardiya dan anaknya MF dimakamkan di pemakaman umum Parakan Wetan, Desa Sumbersari, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (22/2). Jenazah ibu dan anak yang tewas di tangan tersangka berinisial DCEW ini dimakamkan dalam satu liang lahat. Nampak hadir dalam pemakaman adalah ayah dan ibu Sweetha, adik kandung dan keluarga.  Adik kandung Sweetha, Henry Pracheshara (31) mengatakan keluarga memilih untuk memakamkan ibu dan anak ini dalam satu liang lahat. Keluarga berharap agar ibu dan anak ini bisa bersanding bersama. "Untuk pemakamannya kami memilih menggunakan satu liang lahat. Agar almarhum dan anaknya bersandingan ya," kata Henry kepada wartawan. 

Henry meminta kepada saudara, kerabat maupun kenalan almarhumah Sweetha dan anaknya agar turut mendoakan, serta memaafkan apabila ada kesalahan selama masa hidup. Henry menuturkan keluarga berdoa agar semua perbuatan dan amal ibadah almarhumah dan anaknya bisa diterima Allah SWT. Agen Domino Terkait kasus pembunuhan itu, Henry meminta agar pelaku dihukum mati. Henry menuturkan pembunuhan yang dilakukan pelaku merupakan pembunuhan berencana, dan layak diganjar hukuman mati. "Saya harap pelaku bisa dihukum mati," tegas Henry. Sebelumnya diberitakan, jenazah kedua korban dibuang di bawah jembatan Tol Semarang–Solo KM 426. Polisi menetapkan kekasih Sweetha, Dony Kristiawan Eko Wahyudi (31) warga Lasem, Rembang, sebagai tersangka. Dia dibekuk di depan Polda Jateng saat hendak melaporkan kehilangan kekasih dan anaknya. "Pelaku pura-pura lapor kehilangan pacar dan seorang anak. Maksud tujuan dia melapor pada Rabu 16 maret lalu untuk menutupi perbuatan sadis pembunuhan yang dilakukan pada seorang ibu dan anak. Pelaku ini juga nakes yang juga petugas vaksinator," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng Kombes Djuhamdani Rahardjo Puro, Jumat (18/3).

Hasil penyidikan polisi, pelaku mengakui pertama membunuh MF ketika dititipkan pelaku sejak Februari 2022 dengan alasan dirawat karena sakit. "Jadi pelaku ini dititipi anak untuk dirawat justru dianiaya, disekap dan tidak diberi makan hingga meninggal. Alasan menganiaya anak tersebut nakal," ungkapnya. Polisi mengungkap tersangka dan korban Sweetha yang sama-sama bekerja sebagai tenaga kesehatan (nakes) sudah saling mengenal sejak Oktober 2021. "Motif pelaku membunuh pertama pada saat di hotel cemburu karena korban waktu ketemu di Semarang lambai lambai tangan dengan seseorang. Motif lainnya karena pelaku ketakutan ditanya keberadaan anaknya," ungkapnya. Mengetahui korban sudah tidak berdaya, pelaku memasukkan tubuh ke dalam sarung dan diikat kakinya kemudian memutuskan dibuang di lokasi yang sama dengan anaknya dengan mobil.

Komentar

Pusat Berita