Agen Poker Sabtu (21/5/2022) Wilayah Kecamatan Tabang di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terendam banjir hingga 1 meter dalam tiga hari. Hanya satu desa dari 19 desa yang ada di kecamatan itu yang belum kebanjiran. Ribuan orang terdampak banjir ini. Kecamatan Tabang berpenduduk lebih dari 10 ribu jiwa. Banjir disebabkan hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (16/5) lalu Sungai Belayan pun meluap. Ketinggian air yang merendam rumah warga sekitar bantaran sungai sekitar 1 meter. "Sudah tiga hari banjir dari Selasa. Sekarang 18 dari 19 desa di Tabang yang banjir. Tadi pagi jam 9 air semakin tinggi," kata Kapolsek Tabang Iptu Joko Sulaksono, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (19/5). Joko menerangkan, satu desa yang tidak kebanjiran itu berada di kawasan tinggi. Air saat ini masih naik, listrik PLN pun terpaksa dipadamkan. "Benar, listrik sudah dipadamkan. Kami dari Muspika, Koramil dan Polsek menyampaikan informasi dari PLN kalau listrik dipadamkan supaya tidak ada korban tersengat listrik karena riskan," ujar Joko. Agen Domino
Sejauh ini lanjut Joko, bantuan sangat diperlukan. "Pasokan sembako dari Pemkab belum ada. Diperlukan bantuan karena kemungkinan banjir ini banyak kebutuhan sembako diperlukan masyarakat. Selain itu juga antisipasi penyakit timbul akibat banjir," tambah Joko. Selain sembako, diperlukan juga obat-obatan. Rencananya akan didirikan posko penanggulangan banjir sekaligus pos kesehatan untuk pelayanan kesehatan masyarakat. "Antisipasi kalau ada keluhan masyarakat yang sakit akibat banjir," jelas Joko. Tiga hari terakhir hujan masih mengguyur Tabang mulai malam sampai pagi hari. Warga pun khawatir banjir semakin tinggi di wilayah seluas 7.764,50 kilometer persegi itu. "Ketinggian air sudah 1 meter di bantaran Sungai Belayan. Kantor Polsek ini ada di dataran rendah jadi luapan buangan sungai ke arah Polsek," terang Joko lagi.

Komentar
Posting Komentar