Agen Poker Kamis (7/7/2022) Tim gabungan mengevakuasi mayat dua penambang dari dalam sumur minyak ilegal di Muara Enim, Sumatera Selatan. Jasad keduanya ditemukan setelah lebih dari sebulan dilaporkan hilang. Awalnya tim gabungan menemukan dan mengevakuasi korban berinisial MS, Selasa (5/7). Dia dinyatakan hilang dan diduga terjatuh ke dalam sumur galian minyak ilegal di area Desa Darmo Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatera Selatan, 21 Mei 2022. Satu jam setelah penemuan mayat MS, tim menemukan mayat DK di lokasi yang sama. Keduanya merupakan pekerja di sumur minyak ilegal itu. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim Abdurrozieq mengungkapkan, evakuasi dilakukan tim gabungan menggunakan alat berat selama delapan jam. Tim tidak menyangka jika di dalam sumur tersebut terdapat dua jenazah. "Tadinya kami evakuasi satu korban, ternyata ada dua jenazah di satu sumur. Semuanya sudah dievakuasi," ungkap Abdurrozieq, Rabu (6/7).
Untuk keperluan penyelidikan, kedua jenazah dibawa ke RSUD HM Rabain Muara Enim. Kepolisian melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian kedua korban. "Tubuh keduanya masih utuh, tapi memang sulit dievakuasi karena berada di dalam sumur galian," pungkasnya. Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk menentukan tindak lanjut proses hukumnya. Agen Domino Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto mengungkapkan, keluarga korban MS melapor ke polisi pada 25 Juni 2022. Saat membuat laporan, keluarga menduga MS terjatuh ke sumur karena dia tak kunjung ditemukan meski hilang sejak 21 Mei 2022 Polisi lantas memanggil sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan di TKP. Usaha itu membuahkan hasil. Tanda-tanda keberadaan korban di lokasi ditemukan. "Korban MS hilang sejak 21 Mei 2022, keluarga menduga karena terjatuh. Ternyata benar dugaan itu, jasad korban ditemukan kemarin," ungkap Aris, Rabu (6/7).
Aris mengatakan, belum diketahui penyebab kedua korban terjatuh ke sumur. Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pemilik sumur yang diduga bertanggung jawab atas kejadian itu. "Pemilik lahan diproses, jika ada temuan akan ditingkatkan ke penyidikan," kata dia. Penjabat Sekda Muara Enim Riswandar meminta pihak terkait, seperti Pertamina, menutup operasional sumur minyak ilegal tersebut karena telah menimbulkan korban jiwa. Pemerintah daerah tak bisa berbuat banyak dalam mengambil kebijakan, termasuk pengawasan, karena wewenang berada di pusat. "Pertamina punya titik koordinat, tentunya keterbatasan pemerintah daerah tidak bisa melakukan itu. Kita koordinasikan agar dipantau dan dilakukan penutupan sumur-sumur ilegal itu," pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar