Langsung ke konten utama

Diduga Api Tungku Lupa Dimatikan, Rumah Makan Tahu Sumedang di Garut Terbakar

 

Diduga Api Tungku Lupa Dimatikan, Rumah Makan Tahu Sumedang di Garut Terbakar

Diduga Api Tungku Lupa Dimatikan, Rumah Makan Tahu Sumedang di Garut Terbakar

Agen Poker Minggu (7/8/2022) Akan disebabkan oleh kelalaian seseorang yang lupa membunuh salah satu furnois, sebuah restoran Soudedang Tahu di Limbangan, Garut, Jawa Barat, Minggu (7/8) terbakar. Kerugian karena api telah mencapai ratusan juta rupee. Departemen Pemadam Kebakaran Garut Regency, Eded Nugraha mengatakan insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 11:00 malam. "Lokasi api adalah di National Road, Limbangan, Distrik Garut Regency," kata Ened pada hari Senin (8/8). Dia menjelaskan bahwa insiden kebakaran itu akan disebabkan oleh salah satu dari salah satu dari empat untuk menggoreng tahu. Akibatnya, api kemudian membesar dan perlahan membakar area konstruksi 40 x 20 meter persegi. "Bangunan restoran dikenal sebagai kayu sehingga membuat api mudah menyebar dan membakar seluruh ruangan. Kami telah mengerahkan lima truk petugas pemadam kebakaran yang dibantu oleh Damkar terdekat, dan api berbalik sekitar pukul 02.00 WIB," kata Ened. Agen Domino

Setelah api, restoran itu benar -benar tertelan dalam api. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa tidak ada kematian dalam kebakaran, tetapi kerugian itu mencapai 700 juta rupee. Sementara itu, Kepala Kepolisian Limbangan AKBP Uus Susilo mengatakan partainya segera melakukan penyelidikan kebakaran. "Tentu saja tidak ada kematian, karena ketika posisi api ditutup, tidak ada pelanggan," katanya. Restoran itu, kata Uus, diketahui milik Zarkasih (65), seorang penduduk distrik Jatinangor, Kabupaten Soumedang, Jawa Barat. Api membakar bangunan kayu dan bambu. Mengenai hasil survei sementara dan kesaksian dari sejumlah saksi di tempat kejadian, api akan dipicu dari fournaise untuk menggoreng. Meskipun demikian, ia terus mengeksplorasi dugaan unsur niat. "Kami belum menemukan titik di sana (disengaja). Kami masih menyelidiki," katanya.

Komentar

Pusat Berita