Langsung ke konten utama
Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Bali Diwarnai Aksi Bakar Ban dan Ogoh-Ogoh
Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Bali Diwarnai Aksi Bakar Ban dan Ogoh-Ogoh
Agen Poker Senin (26/9/2022) Massa aksi Aliansi Bali Jengah menggeruduk Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, Senin (26/9) sekira pukul 15.30 WITA. Sebagian mereka mengenakan pakaian adat madya Bali. Menuntut pemerintah menurunkan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai menyusahkan masyarakat. Selain itu, mereka juga membawa spanduk besar bertuliskan 'Tolak Pembahasan G20 yang Merugikan Rakyat'. Selain itu mereka juga membawa poster dengan berisi foto Ketua DPR Puan Maharani dan bertuliskan 'Rakyat Susah Malah Rayakan Ultah' dan juga poster mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan berpakaian petugas SPBU dengan isi tulisan 'Harga BBM Turun atau Bapak yang Turun'. Selain itu, yang tidak kalah menarik mereka juga membawa spanduk dengan karikatur aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib dengan tulisan 'Menolak Lupa Tragedi Kejahatan Kemanusiaan Oleh Negara. Agen Domino
Sementara di tengah aksi massa membakar ban kendaraan di depan gerbang Kantor DPRD Bali. Kendati tidak lama berselang petugas memadamkan api tersebut. Kemudian massa sempat menutup jalan di depan Kantor DPRD Bali hingga menunggu Ketua DPRD Bali atau perwakilannya keluar. Tetapi hingga pukul 17.30 WITA para perwakilan DPRD Bali tidak ada yang menemui massa, sehingga mereka membacakan pernyataan sikap dan membakar Ogoh-ogoh mini sebagai simbol angkara murka. Koordinator Aksi Aliansi Bali Jengah Yakini Junland Anggie Rumahorboq mengatakan bahwa demonstrasi ini untuk menolak kenaikan harga BBM. "Kita menolak subsidi BBM ini, karena memang kita melihat beberapa proyek elitis masih tetap jalan. Salah satu contohnya IKN, G20 dan momentumnya saya rasa dan teman-teman juga di Bali Jengah memang kurang tepat," kata dia. Kemudian, yang kedua adalah beberapa hal mengenai perhelatan KTT G20. DominoQQ Online
Massa tidak menolak agenda G20 tetapi di event tersebut dinilai ada pembahasan yang menyengsarakan rakyat dan menguntungkan investor. "Mengapa kita tendensinya mengenai menolak G20 ini. Sebenarnya bukan menolak dengan adanya agenda ini, tapi menolak adanya pembahasan yang memungkinkan akan menyengsarakan rakyat. Karena pada dasarnya kalau kita langsung coba membahas mulai lingkungan masih banyak Amdal yang belum selesai," ujarnya. "(PLTU) Celukan Bawang, (Proyek) LNG. Dan lagi-lagi G20 ini, kan transisi energi yang menjadi skema-skema yang paling dijual pada perhelatan ini. Dan akan sedikit konyol rasanya kita mengadakan perhelatan ini tapi di depan mata beberapa hal belum dicoba membenahi secara optimal dan ideal," ujarnya.
Komentar
Posting Komentar