Langsung ke konten utama
Gagalkan Tawuran, Polisi Ringkus Anggota Gangster di Tangerang Selatan
Gagalkan Tawuran, Polisi Ringkus Anggota Gangster di Tangerang Selatan
Agen Poker Senin (10/10/2022) Delapan anak dari dua kelompok gangster yang akan melakukan tawuran di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, diamankan polisi. Penangkapan delapan anak peserta tawuran itu, bermula dari tertangkapnya satu anak pelaku tawuran yang lebih dulu diamankan warga sekitar lokasi tawuran. Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu mengungkapkan, delapan anak peserta tawuran itu diamankan dari dua kelompok remaja peserta tawuran yang terjadi Minggu (9/10) dini hari. "Sebelumnya dua kelompok anak remaja ini bersepakat menggelar tawuran di kawasan Parigi Lama, Pondok Aren, dengan janjian di media sosial," katanya saat dikonfirmasi, Senin (10/10). Dia menjelaskan, tertangkapnya delapan anak pelaku tawuran itu, bermula dari tertangkapnya satu anak pelaku tawuran berinisial FA, oleh warga setempat. "Setelah diinterogerasi, pelaku berinisial FA, sempat berbohong dengan mengaku sebagai korban begal. Akhirnya pelaku mengaku bagian dari remaja pelaku tawuran dengan kelompok tertentu yang bersepakat untuk tawuran dengan kelompok lain," ujarnya. Agen Domino
Namun sial, saat FA dan rekan-rekannya yang lain ketika tiba di lokasi tawuran yang telah disepakati, warga setempat membubarkan mereka. Karena panik, FA terjatuh dari sepeda motornya dan teman-temannya yang lain meninggalkannya di lokasi. "Kemudian berdasarkan hasil rekaman CCTV, memperlihatkan para pelaku tawuran saat dikejar oleh warga setempat. Setelah itu Tim Opsnal melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan delapan anak laki-laki yang diamankan dari rumahnya masing-masing," terang Sarly Sollu. Adapun delapan anak remaja pelaku tawuran yang diamankan tersebut, tujuh anak diantaranya berasal dari kelompok Allbase dan satu anak dari kelompok gangster. Seluruh pelaku tawuran tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Pondok Aren untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. "Terhadap ke delapan anak-anak ini kami panggil orang tuanya, ketua RT tempat tinggalnya, guru-guru di sekolahnya dan kami data di aplikasi ada Polisi," tutupnya.
Komentar
Posting Komentar