Langsung ke konten utama

Kasus Pencabulan Meningkat, Polisi Larang Anak Berpakaian Seksi

 

Kasus Pencabulan Meningkat, Polisi Larang Anak Berpakaian Seksi

Kasus Pencabulan Meningkat, Polisi Larang Anak Berpakaian Seksi

Agen Poker Selasa (18/10/2022) Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2021, terdapat 145 kasus yang dilaporkan di Polda NTT maupun Polres. Sedangkan tindakan pemerkosaan sebanyak 22 kasus, dan kekerasan seksual dalam rumah tangga hanya masih nihil. Dalam bulan Januari hingga September tahun 2022, tercatat pencabulan 77 kasus, pemerkosaan 22 kasus dan kekerasan seksual dalam rumah tangga satu kasus. "Memang kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kerap dilakukan, oleh orang-orang terdekat korban. Berbagai dampak terjadi pada korban, salah satunya adalah trauma," kata Wakapolda NTT, Brigjen Pol Heri Sulistianto saat membuka fokus grup discussion yang digelar Direktorat Intelkam Polda NTT, Selasa (18/10). Agen Domino

Dia memberi saran kepada semua orang tua, untuk melarang anak-anak mereka memakai pakaian seksi yang memicu atau memancing aksi pencabulan, yang dilakukan oleh para calon pelaku. Anak-anak juga diimbau untuk tidak membuka situs-situs dewasa. "Ya calon korban mungkin dengan lingkungan keluarga yang mohon maaf saya sebut dengan kata hedon, berpakaian minim dengan celana di atas, padahal seharusnya celana pendek di bawah lutut, nah ini kadang-kadang kita geli melihatnya,” ujar dia. "Awasi pergaulan anak-anak kita. Arahkan mereka kepada kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif, yang bisa berdampak terhadap perkembangan intelektual mereka," harap Heri Sulistianto.

Komentar

Pusat Berita