Langsung ke konten utama

Kisah Siswi SMA Jualan Pentol Demi Makan dan Hidupi Ayahnya

 

Kisah Siswi SMA Jualan Pentol Demi Makan dan Hidupi Ayahnya

Kisah Siswi SMA Jualan Pentol Demi Makan dan Hidupi Ayahnya

Agen Poker Rabu (5/10/2022) Sutardi (64) warga yang tinggal indekos di Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda, Kalimantan Timur, tidak bisa lagi berjualan pentol rebus akibat stroke sejak Januari 2020 lalu. Kini dia hanya dirawat putrinya, yang terpaksa juga harus berjualan untuk makan dan kebutuhan sehari-harinya. Eren Kristiana Dinar Betti (16), anak kandung Sutardi, kini duduk di bangku kelas 1 SMA swasta di Samarinda. Dia tidak hanya berpangku tangan menunggu bantuan atau sumbangan tetangganya. Ketua RT 27, Syahruni (62) menerangkan, Sutardi memang dirawat putrinya. Setiap hari sebelum bersekolah, Eren keluar rumah untuk membantu orang lain berjualan makanan. "Tiap subuh, dia bantuin orang buka warung makan. Jadi sebelum jam 7 dia pulang, jam 7 dia berangkat sekolah," kata Syahruni saat berbincang bersama merdeka.com di kediamannya Jalan Lambung Mangkurat Gang Syahdan Thoyib, Rabu (5/10) sore. Agen Domino

Situasi dan kondisi yang tidak mudah itu dilakoni Eren untuk kebutuhan sehari-hari, misal untuk makan dirinya dan bapaknya. Meski ibu kandungnya memilih pergi ke Balikpapan dan mengirimkan uang, kiriman itu tidak bisa benar-benar diharapkan. Syahruni menerangkan warganya menaruh iba dan peduli dengan kondisi Sutardi. Apalagi Sutardi sudah bermukim lama di RT 27. Meskipun dia sejatinya bukan warga kota Samarinda. "Memang Pak Sutardi ini pindahan dari Kalimantan Selatan. Kemudian pindah ke Samarinda dan tinggal di sini (RT 27). Kesehariannya memang berjualan pentol. Sempat awalnya sakit-sakitan sampai sekarang, jadi tidak lagi berjualan," ujar Syahruni. "Cuma memang dari ketua RT sebelum saya sejak lama minta untuk Pak Sutardi dan istrinya mengurus administrasi kependudukan. Tapi saya tidak mau alasan kenapa tidak mau," tambah Syahruni.

Komentar

Pusat Berita