Langsung ke konten utama

Pasar Hewan Terbesar di Bali Dibuka, Sapi Belum Vaksin Tidak Dilayani

 

Pasar Hewan Terbesar di Bali Dibuka, Sapi Belum Vaksin Tidak Dilayani

Pasar Hewan Terbesar di Bali Dibuka, Sapi Belum Vaksin Tidak Dilayani

Agen Poker Senin (10/10/2022) Pasar hewan terbesar di Pulau Bali, Pasar Hewan Beringkit di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, kembali dibuka. Sebelumnya, fasilitas ini ditutup sejak tanggal 5 Juli 2022 imbas menyebarnya penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) Badung I Made Sukantra mengatakan bahwa untuk pembukaan Pasar Beringkit sudah dilakukan pada Minggu (9/10). "Kemarin sudah dibuka, sedangkan dari perintah Bapak Gubernur itu sudah mulai tanggal 23 (September 2022) sudah boleh. Tapi, dengan pertimbangan menyinkronkan peraturan-peraturan agar tidak ada masalah di kemudian hari, kita sudah sepakat dibuka tanggal 9 Oktober kemarin dan sudah jalan," kata dia saat dihubungi Senin (10/10). Persyaratan sapi yang dijual di pasar itu diperketat. Sapi yang diperjualbelikan harus memiliki surat keterangan asal (SKA), Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), dan surat keterangan vaksinasi sapi. Bila tidak memiliki syarat administrasi tersebut tidak bisa dilakukan transaksi penjualan. "Ketentuannya seperti itu. Surat itu sudah terdahulu jalan, dan surat itu bisa didapatkan di desa dan surat sudah mendapatkan vaksin itu dapat diambil atau diterima di kantor desa juga. Karena dulu vaksinnya di desa tercatat juga siapa masyarakat yang memvaksin, data lengkapnya sudah ada di situ. Termasuk, di Dinas Pertanian, khususnya Dinas Kesehatan Hewan," ujarnya. "Surat keterangan bisa didapatkan di desa atau pusat kesehatan hewan. Itu pusat kesehatan hewan ada di masing-masing kecamatan," lanjutnya. Agen Domino

Ia menyebutkan, pada pembukaan Pasar Beringkit kemarin baru 87 ekor sapi yang masuk yang dibawa pedagang. Semuanya habis terjual. Jumlah itu sangat sedikit jika dibandingkan dengan sebelum adanya wabah PMK. Selain itu, untuk pengawasan penjualan sapi langsung dilakukan petugas gabungan seperti TNI, Polri, Satpol PP dan BPBD. Selain itu, juga langsung dilakukan tracing oleh Dinas Kesehatan Hewan sehingga sapi yang dijual itu dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit PMK. "Kemarin yang datang sangat sedikit. Karena memang ketentuannya cukup ketat, tetapi kemarin banyak pedagang dan pembeli mencari informasi terlebih dahulu agar tidak mengalami kerugian. Kalau seandainya sapinya tidak bisa diterima karena kelengkapan administrasinya tidak lengkap, karena langsung bawa sapi, itu kalau ditolak sudah ada kerugian untuk transportasinya, angkutan itu (pedagang) biasanya sewa," jelasnya.

Komentar

Pusat Berita